Takdir

الحمد لله – الحمد لله الذى نستعينه ونستهديه ونستغفره, ونعوذ باالله من شرور انفسنا, ومن سيئات اعما لنا, من يهدى الله فلا مضل له, ومن يضلل فلا هادى له
اشهد ان لا اله الله وحده لا شر يك له واشهد ان محمدا عبده ور سو له ارسله بالحق بشيرا ونذيرا, من يطع الله ورسوله فقد رشد, ومن يعصهما فانه لايضر الا نفسه ولا يضر الله شيئا
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحا به ومن تبعه الى يوم الدين
اما بعد : فيا ايهاالحاضرون الكرام اوصيكم ونفسى بتوى الله وافعلوا الخير لعلكم تفلحون

معاشر المسلمين رحمكم الله
Mari kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintahnya dan sekaligus menjauhi semua laranganNya.
Kita sebagai kaum Ahlu sunnah wal jama’ah beri’itiqad sesuai dengan I’tiqad Nabi kita Muhammad SAW dan sahabat-sahabat belaiu, bahwa semua yang telah terjadi di dunia ini sudah ditentukan oleh Allah SWT dalam azal jauh sebelum sesuatu itu terjadi dan semua itu sudah ditulis lebih dahulu dalam Luh Mahfuzh, sebagaimana firmanNya :
ما اصاب من مصيبة فى الارض ولا فى انفسكم الا فى كتاب من قبل ان نبراها ان ذلك على الله يسير
Artinya : Tiadalah suatu bencana yang terjadi di bumi dan tiada pula yang terjadi pada diri kamu, melainkan itu ada dalam Kitab sebelum. Kami laksanakan terjadinya. Bahwasannya yang demikian itu mudah bagi Allah ( QS. Al-Hadid : 22)
Dalam menafsirkan ayat ini Ibnu ‘Abbas, seorang sahabat yang sangat dekat dengan Nabi berkata : Sudah dituliskan sebelum terjadi musibah itu. Kitab yang tersebut dalam ayat tersebut ialah “ Luh Mahfuzh”.
Percaya kepada ketentuan Allah atau yang dinamakan qadla dan qadar atau takdir Allah merupakan salah satu dari rukun Iman yaitu Percaya kepada Qadla yang baik dan qadla yang buruk sebagaimana Malaikat Jibril bertanya pada Rasulullah SAW :
قال فاخبرني عن الايمان قال : ان تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسوله واليوم الاخر وتؤمن بالقدر خيره وشره قال : صدقت ….فانه حبريل اتاكم يعلمكم دينكم
Artinya : Jibril bertanya kepada Nabi : coba engkau ceritakan, apa yang dikatakan Iman itu ? Nabi menjawab : Iman itu percaya adanya Allah, adanya Malaikat, adanya kitab-kitab suci, adanya Rasul-rasul, adanya akhirat dan percaya kepada takdir baik dan takdir buruk.
Jibril menjawab : Engkau benar.
Setelah itu jibril pergi Nabi mengatakan kepada para sahabat bahwa yang baru bertanya tadi adalah Jibril, datang diutus Tuhan untuk mengajarkan agama kamu.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Percaya pada Takdir sangat penting dalam kehidupan manusia, orang yang tidak percaya atau kurang percaya pada takdir sewaktu-waktu dapat menjadi stress berat bahkan bisa gila, sekurang-kurangnya menjadi murung, sangat sedih, marah gundah gelana apabila mendapat musibah atau takdir buruk.
Sebaliknya orang akan bangga membusung dada, senang luar biasa atau eforia (senang berlebihan), bisa menjadi angkuh, sombong dan takabbur apabila mendapat keuntungan atau mendapat kekayaan akan lupa diri dan lupa kepada Sipemberi ni’mat atau Sipemberi takdir baik itu.
Takdir untuk makhluk oleh para Ulama dibagi menjadi empat :
1. Takdir dalam Ilmu Tuhan yang azali.
2. Takdir yang tertulis di Lauhulmahfuzh
3. Takdir dalam Rahim Ibu.
4. Takdir dalam kenyaatan di dunia

1. Takdir dalam Ilmu Tuhan yang azali
Takdir dalam Ilmu Allah yang azali, bahwa Allah SWT mengetahui yang sudah terjadi dan yang akan terjadi seperti keadaan manusia tentang rezekinya, tentang jodohnya, tentang keadaan kehidupannya dan pekerjaannya, tentang matinya, tentang manusia ia akan begini dan begitu,yang semuanya tersebut sudah diketahui Tuhan sejak dalam azal atau ketentuan, inilah yang dinamakan Takdir dalam Ilmu Allah atau dalam Ummulkitab.
Allah berfirman dalam surah Al-baqarah : 29
وهو بكل شيءعليم
Artinya : Dan Dia (Allah) maha mengetahui atas segala sesuatu.
Perkataan “ segala sesuatu “ itu adalah perkataan umum yang meliputi dunia dan akhirat, meliputi langit dan bumi, meliputi zaman dan makan atau waktu dan tempat, meliputi yang dulu dan sekarang, pendeknya semaunya sudah ada dalam Ilmu Tuhan.
Takdir yang ada dalam Ilmu Allah yang azali ini tidak akan berobah dan tidak dapat dirobah oleh siapapun, inilah yang dinamakan Takdir Mubram atau Takdir yang pasti.
Allah SWT berfirman dalam surah Qaf : 29
مايبدل القول لدي وماانا بظلام للعبيد
Artinya : PutusanKu tidak akan dirobah dan Aku tidak akan menganiaya hamba-hambaKU
Tafsir At-Thabari jus 26 halaman 169 adalah Mufassirin Imam Mujahid menerangkan arti ayat ini yaitu : Aku (kata Allah) telah menetapkan apa yang Aku sudah tetapkan
معاشر المسلمين رحمكم الله
2. Takdir yang tertulis di Lauhulmahfuzh
Tersebut dalam kitab hadits syarah muslim :
عن عبدالله بن عمرو بن العاص قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : كتب الله مقادير الجلائق قبل ان يخلق السموات والارض بخمسين الف سنة قال : وعرشه على الماء (رواه مسلم)
Artinya : Dari Abdillah bin ‘Amr bin ‘Ash, beliau berkata : “ Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : Takdir-takdir untuk makhluk ini telah ditulis Allah lima puluh ribu tahun sebelum dijadikan langit dan bumi. Ketika itu Ars-Nya diatas air. “
Kemudian sebagaiman yang diterangkan oleh Ibnu ‘Abbas RA yang dikutip oleh tafsir Al-Qurthubi, disebutkan :
لما خلق الله القلم قال له : اكتب, فكتب ما هو كائن الى يوم القيامة
bahwa setelah menjadikan Qolam (pena) maka Tuhan berkata kepadanya : “ Tulislah…maka pena itu menulis pada Luh Mahfuh, apa yang akan terjadi sampai hari kiyamat “
Takdir yang tertulis pada Lauhulmahfuzh masih menerima perobahan, karena takdir yang tertulis disitu yang sudah diputuskan dan ada takdir yang belum diputuskan, yang dinamai dengan “ Takdir Mu’allaq” yaitu takdir yang ditetapkan belum diputuskan.
Umpamanya : ada seseorang yang ditakdirkan usianya 60 tahun, tetapi kalau ia menghubungkan silaturrahmi yang, maka umurnya ditambah 30 tahun lagi, sehingga umurnya diputuskan menjadi 90 tahun.
Ada orang yang sudah dituliskan akan masuk ke dalam neraka, tetapi kalau ia banyak ibadah berdo’a kepada Tuhan, agar dijauhkan dari neraka, maka ia akan masuk ke dalam surga.jadi takdir semacam ini juga ditulis dalam Luh Mahfuzh. Inilah yang dimaksud Allah SWT dalam firmanNya :
يمحوالله ما يشاء ويثبت وعنده امالكتاب
Artinya : Allah menghapuskan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan apa yang dikehendakiNya, dan pada sisiNya ada Ummulkitab. (Ar-Ra’du : 39)
Menurut Tafsir Qurthubi, sekalian takdir Tuhan yang tertulis di Lauhulmahfuzh, itu boleh dihapus Tuhan apabila Ia menghendaki atau ditetapkannya saja, maka dari Takdir Mu’allaq berobah menjadi Takdir Mubram. Artinya bahwa penghapusan atau penetapan itu sesuai dengan yang ada pada Ummulkitab, yaitu Ibu sekalian kitab, yakni Ilmu Allah yang azali.
Imam Baijuri berkata dalam kitabnya Ushuludin Tuhfatulmurid syarah Jauharatut-tauhid yaitu
ام الكتاب اى اصل اللوح المحفوظ وهوعلمه تعالى الذى لامحوفيه ولااثبات واما اللوح المحفوظ فالحق قبول مافيه للمحووالاثبات
Artinya : Ummul Kitab yaitu pokok atau pangkal dari Lauhulmahfuzh,yaitu Ilmu Tuhan yang tidak menerima hapusan atau tetapan. Adapun Lauhulmahfuzh- menurut perkataan yang hak- menerima hapusan dan penetapan Tuhan.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Kemudian yang ke :
3. Takdir dalam rahim ibu
Takdir dalam rahim ibu ini adalah sesuai dengan yang ada pada Luh Mahfuzh

4. Takdir dalam kenyataan di dunia
Sedangkan Takdir dalam kenyataan yang telah terjadi dalam dunia ini adalah sesuai dengan takdir yang ada dalam Ilmu Tuhan (Ummul Kitab).

Adapun orang yang kurang mengerti atau kurang mengkaji tentang Ilmu Tauhid akan mengatakan orang yang tetapkan Tuhan dalam azal akan masuk surge tentu akan masuk surga nanti dan yang ditetapkan Tuhan akan masuk neraka tentu masuk neraka….lalu apa gunanya lagi kita beramal, apa gunanya sembahyang, apa gunanya sembahyang, apa guna haji dan umrah, apa guna berusaha, berdagang, bertani, berobat dan lain-lain apa guna semua itu ?
Demikianlah pertanyaan-pertanyaan dan unek-unek dalam hati yang berontak di hati seseorang, apabila ia mendengar pengajian sekitar dan seputar takdir.
Jawaban adalah perlu kita ketahui bahwa permasalahan Takdir Tuhan adalah permasalahan I’tiqad atau kepercayaan maka kita harus taat dengan ketentuan Tuhan atau Sami’naa wa atha’naa yaitu kami dengar dan kami menerima.
Sedang permasalahan beramal dan berusaha adalah perintah Allah dan Rasul kepada kita ini adalah soal ‘Ibadah bukan soal I’itiqad. Apabila kita diperintahkan supaya beramal, supaya berusaha, supaya berdagang, supaya bertani, supaya berobat kalau sakit, kita terima pula dengan senang hati, maka juga akan taat dengan Perintah Tuhan dan RasulNya atau Sami’naa wa atha’naa yaitu kami dengar dan kami menerima.
Hal penting yang perlu diketahui bahwa beramal dan berusaha/berikhtiar itu bukan melawan takdir, tetapi hakikatnya adalah termasuk juga dalam takdir Tuhan itu sendiri,
Maksudnya adalah ketika kita berbuat ta’at dan saleh karena kita memang sudah ditakdirkan Tuhan akan menjadi orang yang ta’at dan orang yang saleh, yaitu kita sudah dijanjikan oleh Allah dalam Al-Qur’an kita akan bahagia dunia dan masuk surgaNya kelak. Begitu juga kalau kita berbuat jahat dan maksiat, juga takdir Tuhan berarti kita sudah ditakdirkan berbuat maksiat, yang kelak Azab kubur dan neraka akan menghadang kita. Jadi kedua peristiwa itu merupakan adanya hubungan antara sebab dan musababnya atau saling bertalian keduanya.

Kemudian untuk merubah Takdir yang tertulis dalam Lauhulmahfuzh itu sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan olem Imam Tirmizi yaitu adalah do’a seorang hamba yang ikhlas dan perbuatan baik hamba yang ikhlas, sebagaimana sabda Nabi SAW yang berbunyi :
لايردالقضاء الا الدعاء ولايزيد فى العمر الا البر (رواه التر مذى)
Artinya : Tiada yang dapat menolak takdir selain do’a dan tiada yang dapat memanjangkan umur kecuali perbuatan baik (HR.Tirmizi)
معاشر المسلمين رحمكم الله
Demikian khotbah ini disampaikan semoga bermanfaat terutama untuk diri pribadi khatib sendiri dan kaum muslimin jemaah jum’at serta kaum muslimin yang kebetulan mendengar materi khotbah ini. امين امين اللهم
واذ قرئ القران فاستمعوا له وانصتوا لعلكم ترحمون
اعوذبالله من الشيطان الرجيم
ما اصاب من مصيبة فى الارض ولا فى انفسكم الا فى كتاب من قبل ان نبراها ان ذلك على الله يسير
صد ق الله العظيم
با رك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكرالحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هوالسميع العليم اقول قولي هذا واستغفرالله العظيم لي ولكم ولسائرالمسلمين والمسلمات والمؤ منين والمؤمنات فاستغفروه انه هو الغفورالرحيم