Puasa dan pengampunan dosa

الحمد لله – الحمد لله الذى جعل شهر رمضان شهرا مباركا  كتب فيه الصيام  كما كتب على جميع الامم الماضية

  1.  وانزل فيه القران هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان  اشهد ان لا اله الا الله وحده لاشريك له  واشهد ان محمدا عبده ورسوله المبعوث رحمة للعالمين

 اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين

 اما بعد فيا عباد الله  اتقوا الله حق تقا ته ولاتموتن الا وانتم مسلمون

Ma’asyiral jumu’ati rahimakumullah.

Dalam kesempatan khotbah jum’at pada bulan Suci Ramadhan ini,marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT yaitu dengan melaksanakan perintahNya dan meninggalkan apa-apa yang dilarangnya.

Ma’asyiral jumu’ati rahimakumullah.

Dalam khotbah-khotbah dan ceramah-ceramah maupun tausyiah-tausyiah pada bulan suci Ramadhan biasanya para khatib dan da’i sering menyampaikan beberapa hadits yang berhubungan kegiatan ibadah pada bulan Ramadhan, beberapa diantara hadits yang disampaikan adalah seperti yang disebutkan dalam Shahihain sebuah hadists yang diriwiyatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda :

من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفرله ما تقدم من ذنبه

Artinya :

Barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman dan ikhlas mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Para khatib dan da’i serta juru dakwah yang menyampaikan hadits ini jarang menguraikan pengertian rincian kalimat  dari   غفرله ما تقدم من ذنه yaitu diampuni dosa-dosanya yang telah lewat, dosa yang bagaimanakah yang diampuni disini tidak dijelaskan.

Dalam hadits lain disebutkan :

وعن ابي هريرة رضى عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم  قال : من قام ليلة القدر ايما نا واتحتسا با غفر له ما تقدم من ذنبه  (رواه البخاري و مسلم)

Artinya :

Barangsiapa yang mendirikan shalat pada malam lailatul qadar, karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu

Penjelasan rinci tentang  غفرله ما تقدم من ذنه dalam hadits inipun lagi-lagi tidak dijelaskan oleh para juru dakwah, dosa yang bagaimanakah.. yang diampuni manakala sesorang telah melaksanakan dengan sempurna ibadah puasa dan ibadah lain didalamnya.

Bahkan dalam catatan khatib masih terdapat hadist lain yang redaksinya hampir sama atau senada dengan hadist tersebut diatas, seperti dalam Musnad Imam Ahmad bin hambal dengan kategori sanad hasan, dan malah Imam An-Nasa’i menambahkan bahwa : “ Diampuni dosanya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang “

Ma’asyiral jumu’ati rahimakumullah.

Akibat kekurangan penjelasan mengenai pengampunan dosa dari Allah SWT tersebut dari para Da’I dan juru dakwah,  sehingga kaum muslimin yang masih awam beranggapan, bahwa ketika Puasa dan ibadah lainnya dilaksanakan maka akan terhapuslah semua dosa-dosa mereka termasuk dosa menzalimi orang lain, meninggalkan sholat wajib diluar bulan puasa, melakukan pekerjaan maksiat dan perbuatan haram bahkan dosa akibat tidak membayar hutangpun dianggap hilang dan lunas karena telah melakukan ibadah puasa tsb.

Sebenarnya ampunan dosa dari Allah SWT tergantung pada terjaganya sesuatu yang harus dijaga seperti melaksanakan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan segala yang haram. Maka Jumhur Ulama atau mayoritas ulama baik ulama salaf muttaqadimin maun mutatahirin sepakat berpendapat sama bahwa ampunan dosa tersebut غفرله ما تقدم من ذنه hanya berlaku pada dosa-dosa kecil saja, hal ini berdasarkan hadits shahih riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiaallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi SAW bersabda  :

ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : الصلوات الخمس والجمعة الى الجمعة ورمضان الى رمضان مكفرات لما بينهن اذا اجتنبت الكبائر

Artinya :

“ Sholat lima waktu dan Jum’at sampai Jum’at yang berikutnya dan Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya adalah dapat menghapus dosa yang terjadi diantara waktu-waktu tersebut, selama dosa-dosa besar ditinggalkan “

Ma’asyiral jumu’ati rahimakumullah.

Pengertian hadits yang telah dibacakan pertama tadi memiliki dua konotasi yaitu :

  • Pertama  :  Bahwasanya penghapusan dosa itu terjadi dengan syarat menghindari dan menjauhi dosa-dosa besar atau Itsmun-kabair.
  • Kedua      :  Hal itu dimaksudkan bahwa kewajiban-kewajiban tersebut hanya menghapus dosa kecil. Sedangkan jumhur ulama berpendapat, bahwa penghapusan dosa besar harus disertai dengan Taubat Nashuha (Taubat yang semurni-murninya dan seikhlas-ikhlasnya)

Jadi kalimat غفرله ما تقدم من ذنه dalam hadist Abu Hurairah tadi menunjukkan bahwa tiga faktor ini yaitu kewajiban Puasa, shalat malam (qiyamul lail) di bulan ramadhan dan shalat malam pada malam Lailatul qadar masing-masing dapat menghapus dosa yang telah lampau, dengan syarat meninggalkan segala bentuk dosa-dosa besar.

Pembagian dosa besar dan dosa kecil adalah berdasarkan nas yaitu dalil qur’an dan sunnah, dalam hal ini Allah berfirman :

الذين يجتنبون كبئرالاثم والو حش الا المم ان ربك و سع المغرة

Artinya :

Yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas PengampunanNya (QS. An-Najm : 32)

Dosa besar adalah sesuatu yang mengandung hukuman tertentu didunia atau ancaman keras diakhirat. Dosa besar sangat banyak jumlahnya sampai 90 macam lebih, contohnya seperti perbuatan durhaka terhadap orang tua, perbuatan zina, mencuri, menipu (korupsi) minum arak ( narkoba),melakukan bisnis dengan praktek riba, memutuskan silaturahmi, memakan harta anak yaitim, zalim dan semena-mena terhadap orang lain.dsbnya.

Ma’asyiral jumu’ati rahimakumullah.

Terhadap dosa yang besar ini apabila kita terlanjur melaksanakannya maka, tidak ada pilihan lain kecuali kita mohon pengampunan dosa dengan seiklas-ikhlasnya kepada Allah SWT yaitu dengan melaksanakan Taubat Nashusa. Allah berfirman :

يا يها الذين اءمنوا توبوا الى الله توبة نصوحا عسى ربكم ان يكفر عنكم سيئا تكم ويد خلكم جنت تجرى من تحتها الانهر

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan seikhlas-ikhlasnya taubat, semoga Tuhanmu akan menghapuskan dari kamu akibat kejahatan perbuatan-perbuatanmu, dan Allah akan memasukkan kamu kedalam surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. (QS. At-Tahrim : 8)

Adapun taubat dari segala dosa hukumnya adalah wajib, jika perbuatan maksiat itu terjadi antara hamba dengan Tuhan tidak berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada 3 yaitu :

  1. Hendaknya ia meninggalkan pekerjaan maksist itu.
  2. Menyesali perbuatannya.
  3. Berniat teguh untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut selama-lamanya.

Adapun jika maksiat itu berkaitan dengan hak sesama manusia, maka syaratnya ditambah satu lagi yaitu syarat yang ke empat adalah : Hendaknya ia menyelesaikan hak orang yang dilanggarnya. Yaitu :

  • Jika berupa harta atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya.
  • Jika berupa had hukuman atau tuduhan, fitnah, ke zaliman (jina) atau sejenisnya, maka hendaknya hal tersebut ditunaikan atau ia meminta ma’af, minta ridha dan minta halal darinya.
  • Jika berupa ghibah (mengunjing/mengosip) maka ia harus memohon maaf darinya.

Apabila salah satu dari syarat ini tidak terpenuhi, maka taubatnya tidak syah.

Rasulullah SAW bersabda  :

التا ئب من الذنب كمن لا ذنب له والمستغفر من الذنب وهو مقيم عليه كالمستهزئ بربه  (رواه بيهاقي)

Artinya :

Orang yang bertaubat dari semua dosa seperti orang yang tidak berdosa. Dan orang yang minta ampunan dari dosanya sedangkan dirinya tetap mengerjakan dosa, seperti orang yang mempermainkan Tuhannya.

Ma’asyiral jumu’ati rahimakumullah.

Demikian khobah ini disampaikan dan mudah-mudahan kita semua kaum muslimin siapa pun orangnya kita sebagai manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan, untuk itu dalam kesempatan bulan Ramadhan tahun ini, kita pergunakan untuk selalu bertaubat dan mohon ampun kepada Allah SWT, karena inilah satu-satunya jalan untuk mendapat ke-ridha-an dari Allah SWT.

الحمد لله اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمد رسول الله  اللهم صل على محمد وعلى اله وصحبه اجمعين  اما بعد فيا عبد الله  اوصيكم ونفسى بتقوا الله لعلكم ترحمون

واذ قرئ القران فا ستموا له وانصتوا لعلكم ترحمون

اعو ذبا لله من الشيطا ن الرجيم

يا يها الذين ءامنوا كتب ععليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

   صدق الله العظيم

با رك الله لى ولكم فى القران العظيم  ونفعنى واياكم بما فيه من الايات

والذكر الحكيم  وتقبل منى ومنكم تلا وته انه هو السميع العليم  اقول قولى هذا  واستغفر الله العظيم  لى ولكم  ولسائر المسلمين والمسلمات  والمؤمنين والمؤمنات  فاستغفروا انه هوالغفورالرحيم

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s