Khilafiyah

Sepanjang sejarah, banyak kita saksikan perselisihan yang terjadi di antara manusia, bahkan di antara kaum muslimin sendiri. Dalam menyikapi hal tersebut, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan pedoman bagi kita umatnya yaitu agar mengikuti As-Sawad Al-A’zhom, yang artinya jamaah terbanyak, karena kesepakatan mereka mendekati ijma’ sehingga kemungkinan keliru lebih kecil.

Imam Suyuthi menafsirkan kata As-Sawad Al-A’zhom sebagai sekelompok (jamaah) manusia yang terbanyak, yang bersatu dalam satu titian manhaj yang lurus. (Lihat: Syarah Sunan Ibnu Majah: 1/283)

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani menukil perkataan Imam Ath-Thabari mengenai makna kata “jamaah” dalam hadits Bukhari yang berbunyi, “hendaknya kalian bersama jamaah”, beliau berkata, “Jamaah adalah As-Sawad Al-A’zhom.” (Lihat: Fathul Bari: 13/37)

Dalam kajian Ilmu Hadis, jika ada seorang tsiqot menyelisihi para tsiqot lainnya atau yang lebih tsiqot darinya, maka riwayatnya disebut sebagai Syadz (aneh atau unik). Jika ia bukan seorang tsiqot maka disebut munkar. Dalam kehidupan sehari-hari pun sangat manusiawi jika kita merasa lebih tenang bersama dengan pendapat mayoritas ulama. Apalagi jika perbandingan antara jumhur dengan yang menyelisihinya sangat jauh.

Berikut ini hadits-hadits yang berkenaan dengan As-Sawad Al-A’zhom.

Pertama:

حدثنا العباس بن عثمان الدمشقي . حدثنا الوليد بن مسلم . حدثنا معاذ بن رفاعة السلامي . حدثني أبو خلف الأعمى قال سمعت أنس بن مالك يقول سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم : يقول (إن أمتي لا تجتمع على ضلالة . فإذا رأيتم اختلافا فعليكم بالسواد الأعظم)
Artinya:

Dari Anas bin Malik ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya ummatku takkan bersatu dalam kesesatan. Jika kalian melihat perselisihan, maka hendaklah kalian bersama As-Sawad Al-A’zhom.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunannya, hadis no. 3950. Hadits ini dikritik karena adanya perawi bernama Abu Kholaf Al-A’ma, seorang tabiin yang dituduh pendusta oleh Ibnu Ma’in.

Kedua:

افترقت بنو إسرائيل على إحدى وسبعين فرقة تزيد عليها أمتى فرقة كلها فى النار إلا السواد الأعظم
“Bani Israil terpecah menjadi 71 golongan (firqoh), dan ummatku melebihinya satu firqoh, semuanya di dalam neraka kecuali As-Sawad Al-A’zhom.”

Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani 8/274 nomor 8054 dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam As-Sunnah 1/34 nomor 68. (Lihat: Jami’ul Ahadits: 3915)

Al-Haitsami berkata dalam Majma’ Az-Zawaid:

فيه أبو غالب وثقه ابن معين وغيره وبقية رجال الأوسط ثقات وكذلك أحد إسنادي الكبير
“Di dalamnya terdapat Abu Gholib, ditsiqohkan oleh Ibnu Ma’in dan selainnya. Selebihnya, rijal Al-Awsath tsiqot, begitu juga salah satu sanad Al-Kabir.”

Ketiga:

افترقت بنو إسرائيل على إحدى وسبعين فرقة وإن أمتى ستفترق على ثنتين وسبعين فرقة كلهم فى النار إلا السواد الأعظم
“Bani Israil terpecah menjadi 71 golongan (firqoh), dan ummatku akan terpecah menjadi 72 firqoh, semuanya di dalam neraka kecuali As-Sawad Al-A’zhom.”

Diriwayatkan oleh Abu Ya’la Al-Mushili 7/36 nomor 3944. (Lihat: Jami’ul Ahadits: 3916)

Keempat:

اختلفت اليهود على إحدى وسبعين فرقة سبعين من النار وواحدة في الجنة واختلفت النصارى على اثنتين وسبعين فرقة إحدى وسبعون فرقة في النار وواحدة في الجنة وتختلف هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة اثنتان وسبعون في النار وواحدة في الجنة فقلنا : انعتهم لنا قال : السواد الأعظم
“Umat Yahudi terpecah menjadi 71 firqoh, 70 firqoh di neraka dan 1 firqoh di surga. Umat Nashoro terpecah menjadi 72 firqoh , 71 firqoh di neraka dan 1 firqoh di surga. Umat ini akan terpecah menjadi 73 firqoh, 72 firqoh di neraka dan 1 firqoh di surga.”

Kami (para sahabat) bertanya, “Tunjukkan sifatnya untuk kami.” Beliau menjawab, “As-Sawad Al-A’zhom.”

Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Kabir 8/273 nomor 8051.

Al-Haitsami berkata, “Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan At-Tirmidzi secara ringkas. Juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan rijalnya tsiqot.” (Majma’ Az-Zawaid: 6/350 nomor 10436)

Kelima:

لا يجمع الله أمر أمتى على ضلالة أبدا اتبعوا السواد الأعظم يد الله على الجماعة من شذ شذ فى النار
“Allah tidak akan membiarkan ummatku dalam kesesatan, selamanya. Ikutilah As-Sawad Al-A’zhom. Tangan Allah bersama jamaah. Barangsiapa menyendiri, ia akan menyendiri dalam neraka.”

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Ibnu Abbas 1/202 nomor 398 dan dari Ibnu Umar 1/199 nomor 391. (Jami’ul Ahadits: 17515)

Keenam:

قال أبو أمامة الباهلي : عليكم بالسواد الأعظم .

رواه عبد الله بن أحمد والبزار والطبراني ورجالهما ثقات

Abu Umamah Al-Bahili berkata, “Hendaknya kalian bersama As-Sawad Al-A’zhom.”

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad dan Al-Bazzar dan Ath-Thabrani, rijal mereka berdua tsiqot. (Lihat: Majma’uz Zawaid nomor 9097)

Demikianlah, masih banyak lagi hadits-hadits serupa lainnya. Namun, cukuplah hadits-hadits di atas menjadi bukti keshahihan makna hadits tersebut.

Diposkan oleh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s