Taubat di waktu kecil

Taubat Hutang dan Mencuri Waktu Kecil

PERTANYAAN
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pak Ustadz, ketika saya masih kecil dan belum akil baligh, saya pernah berhutang di wartel dekat SD saya dulu, hutangnya pun kecil kurang dari Rp.1000,-. Sebenarnya saya sendiri lupa apakah sudah dilunasi atau belum. Sampai sekarang pun saya masih ragu tentang hal tersebut.

Satu hal lagi, dulu juga (saat masih kecil dan belum akil baligh), ada barang teman saya yang tidak sengaja terbawa, hingga kini belum dikembalikan. Dan saya pun tidak tahu teman saya yang mana yang memiliki barang tsb. Bagaimana solusinya?

Apakah status saya yang waktu itu masih kecil dan belum akil baligh berpengaruh? Karena sampai sekarang saya sama sekali tidak tahu cara menebusnya

Syukron,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

JAWABAN
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada dasarnya anak yang belum baligh tidak berdosa atas perbuatan maksiat (dosa) yang dilakukannya. Karena perintah dan larangan itu ditujukan pada orang dewasa atau akil baligh. Yaitu, sudah pernah bermimpi basah bagi laki-laki atau datang bulan (menstruasi) bagi perempuan. Berdasarkan sebuah hadits sahih riwayat Abu Daud dan Nasa’i Nabi bersabda:

رفع القلم عن الصبي حتى يبلغ وعن النائم حتى يستيقظ وعن المجنون حتى يفيق

Artinya: Pena diangkat (maksudnya, kewajiban tidak dikenakan) atas anak kecil sampai baligh, dari orang yang tidur sampai bangun dan dari orang gila sampai sembuh.

Namun, hal yang terkait dengan haqqul adami (hak sesama manusia), maka harus diselesaikan kepada yang berhak. Untuk urusan hutang, tetap harus mengembalikan pada yang berhak sesuai jumlah yang dihutang.

Tentang hutang ke wartel, hutang tersebut harus dilunasi ke wartel yang bersangkutan.

Sedang tentang barang yang terbawa harus dikembalikan pada yang berhak. Apabila ragu siapa pemilik barang tersebut, maka cukuplah Anda bersedekah pada orang miskin senilai barang yang terbawa tadi dan memohon ampun pada Allah.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmuk Syarh Muhadzab halaman VII/37 menyatakan:

قال ابن المنذر: أجمع أهل العلم على أن جنايات الصبيان لازمة لهم في أموالهم

Artinya: Ibnu Mundzir berkata: “Ulama sepakat (ijmak) bahwa jinayah (kejahatan yang dilakukan oleh) anak kecil wajib diganti dari harta mereka.”

KESIMPULAN:

Anak kecil yang mencuri atau perbuatan dosa lain tidak berdosa. Tapi wajib mengembalikan barang curian tersebut apabila dewasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s