MENGHINDARI KERUSAKAN

Kaidah Fiqih: Menghindari kerusakan lebih utama daripada mencari kebaikan.

Perang Saudara di Suriah

Perang Saudara di Suriah

Karena itulah banyak ulama menentang bughot karena kerusakan yang ditimbulkannya itu pasti. Sementara kebaikan berupa mendapat pemimpin yang adil, belum tentu didapat. Contohnya di Libya bukannya mendapat Khalifah yg adil dan menjalankan Syari’ah, malah didapat pemimpin boneka AS yg bersalaman dgn Hillary Clinton, wanita yg bukan muhrimnya dan menyerahkan minyak Libya ke AS.

Hillary dan Abdurrahim Al Kaib
“Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” [Al Baqoroh 11-12]
Lihat korban Perang Saudara di Suriah yang berlangsung 2 tahun lebih. Meski Mujahidin mengaku berjaya, namun 70 ribu rakyat Suriah tewas, 5 juta orang terusir dari rumahnya karena kena bom dan 1 juta orang terpaksa mengungsi ke luar negeri (Al Jazeera). Dari 70 ribu korban yang tewas, 15 ribu dari pihak pemerintah, 14 ribu dari pemberontak, dan 41 ribu warga Sipil yang tewas akibat aksi pihak pemerintah dan pemberontak. Ini terjadi dari Maret 2011-April 2013. Padahal penduduk Suriah hanya 21 juta jiwa:
Kalau Indonesia yang penduduknya 240 juta jiwa, itu setara dengan 770 ribu orng tewas, 55 juta orang terusir dari rumahnya, dan 11 juta orang mengungsi ke luar negeri. Itulah kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh Bughot.
Suriah Dirusak Asing
Bagaimana solusi untuk Bughot?
“Kalau dua golongan dari golongan orang-orang Mukmin mengadakan peperangan, maka damaikanlah antara keduanya. Kalau salah satunya berbuat menentang perdamaian kepada lainnya, maka perangilah orang-orang (golongan) yang menentang itu sehingga mereka kembali ke jalan Allah. Kalau mereka kembali, maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan memang harus berbuat adillah kamu sekalian. Sesungguhnya Allah itu mencintai pada orang-orang yang berlaku adil. (Al-Hujuraat: 9).
Jika pemimpinnya zhalim, pemimpin tsb dinasehati agar tidak zhalim dan memperbaiki sikapnya. Sebaliknya jika tidak zhalim, dan pemberontak bughot hanya karena nafsu untuk berkuasa menjadi pemimpin, pemberontak harus meletakkan senjata. Jika tidak mau, wajib diperangi:
Keterangan tentang persoalan ini dapat dijumpai dalam sepucuk surat yang dikirim oleh khalifah ali kepada kaum Bughat
احدا فان فعلتم نفدت اليكم بالحرب (رواه احمد والحكم)
Dari Abdullah bin Syaddad ia berkata, berkata Ali R.A. kepada kaum khawarij, “kamu boleh berbuat sekehendak hatimu dan antara kami dan antara kamu hendaklah ada perjanjian, yaitu supaya kamu jangan menumpahkan darah yang diharamkan (membunuh). Jangan merampok di jalan, jangan menganiaya seseorang. Jika kamu berbuat itu, penyerangan akan diteruskan terhadap kamu sekalian (HR. Ahmad dan Hakim)

LIBYA OILMinyak Libya dikuras AS dan Eropa

Bagi pemberontak bersenjata yang sudah menumpahkan darah, hukumnya adalah mati. Kecuali jika mereka menyerah.

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengangkat senjata melawan kita, bukanlah termasuk golongan kita.” Muttafaq Alaihi.

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa keluar dari kepatuhan dan berpisah dari jama’ah, lalu ia mati, maka kematiannya adalah kamatian jahiliyyah.” Riwayat Muslim.

Dari Ibnu Umar Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apakah engkau tahu wahai anak Ummu Abd, bagaimana hukum Allah terhadap orang yang memberontak umat ini?”. Ia menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda: “Tidak boleh dibunuh orang yang luka dan tawanannya, tidak boleh dikejar orang yang lari, dan tidak boleh dibagi hartanya yang dirampas.” Riwayat Al-Bazzar dan Hakim. Hakim menilainya hadits shahih

Arfajah Ibnu Syuraih Ra berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa datang kepadamu ketika keadaanmu bersatu, sedang ia ingin memecah belah persatuanmu, maka bunuhlah ia.” Riwayat Muslim.

Jadi seandainya 6 juta ummat Islam di AS berontak terhadap pemerintah AS yang jumlah penduduknya 300 juta jiwa. Itu haram. Bisa menimbulkan banyak korban. Alih-alih umat Islam “Merdeka”, malah bisa habis dibantai karena jumlah dan senjata tidak seimbang.

Peperangan hanya dibolehkan antar negara. Saat negara Islam Madinah sudah terbentuk, maka begitu “Negara” kafir Mekkah menyerang, Negara Islam berhak membela diri. Pertempuran hanya terjadi di Medan Perang. Rakyat aman di rumah mereka masing-masing. Musuh yang mundur dari medan perang pun aman. Sementara yang menyerah ditawan untuk kemudian dibebaskan setelah perang usai. Pada perang Badar, hanya 84 orang yang tewas. Pada Perang Uhud, hanya 102 orang yang tewas. Sementara pada Futuh Mekkah tidak ada korban yang tewas (Wikipedia). Itulah Islam yang sebenarnya. Menghindari Fitnah/Pembunuhan. Bukan “Mujahidin” yang harus darah apalagi sampai membunuh sesama Muslim yang mereka kafirkan terlebih dahulu.

Pada perang antar negara, umumnya perang berlangsung di perbatasan atau di medan perang. Sehingga rakyat punya banyak waktu untuk menyelamatkan diri. Pada Bughot/pemberontakan, perang terjadi di dalam negeri. Di rumah-rumah rakyat. Sehingga rakyat jadi korban. Itulah sebabnya bughot itu haram.

Saat Futuh Mekkah, Negara Islam memberi ultimatum/pilihan sehingga musuh bisa menyerah dengan selamat. Tak ada korban dalam Futuh Mekkah. Pada saat mengepung Yerusalem pun sultan Shalahuddin Al Ayubi memberi ultimatum terlebih dahulu sehingga pihak musuh bisa menyerah dengan selamat. Itulah ajaran Islam.

Sebagaimana an- Nisa’: 59 henaknya kita taat kepada pemimpin. Sezalim apa pun selama mereka sholat, kita tidak boleh bughot.

Meski demikian, kita harus melihat APA YANG MEREKA PERINTAHKAN. Kalau perintahnya adalah maksiat kepada Allah, misalnya membunun manusia, kita tidak boleh mentaati mereka. Tidak ada ketaatan untuk maksiat kepada Allah meski kita tetap tidak boleh bughot:

Tidak ada ketaatan kepada orang yang tidak taat kepada Allah. (Abu Ya’la)

Ketaatan hanya untuk perbuatan makruf. (HR. Bukhari)

Tiada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Pencipta (Allah). (HR. Ahmad dan Al Hakim)

Sebaik-baik pemimpin adalah yang kamu cintai dan mereka mencintaimu. Kamu mendoakan mereka dan mereka mendoakanmu. Sejahat-jahat pemimpin adalah yang kamu benci dan mereka membencimu. Kamu kutuk mereka dan mereka mengutukmu. Para sahabat bertanya, “Tidakkah kami mengangkat senjata terhadap mereka?” Nabi Saw menjawab, “Jangan, selama mereka mendirikan shalat. Jika kamu lihat perkara-perkara yang tidak kamu senangi maka bencimu terhadap amal perbuatannya dan jangan membatalkan ketaatanmu kepada mereka.” (HR. Muslim)

Di bawah kita saksikan berapa banyak korban tewas akibat Bughot / Perang Saudara. Ratusan ribu nyawa dan harta ribuan trilyun rupiah tak sebanding dengan kekuasaan yang akan diraih.

Saat PKI bughot di tahun 1965, tentara dan rakyat bergerak cepat. 1 juta orang tewas. Tapi pemberontakan padam hanya dalam 2 hari. Padahal jumlah penduduk Indonesia saat itu hanya 105 juta jiwa.

Perang Saudara di AS (April 1861-May 1865 (4 years, 1 month))

618.222: tewas dari 31.443.321 penduduk AS di tahun 1860 (hasil sensus terakhir sebelum perang)

Perang Saudara di Spanyol (July 1936-April 1939 (2 years, 9 months))

500,000: tewas dari 24.849.298 penduduk di tahun 1935 (menurut the National Statistics Institute of Spain)

Perang Saudara di Libya (February 2011-October 2011 (8 months))

30,000: tewas dari 6.461.454 penduduk Libya di tahun 2011 (Menurut CIA World Factbook)

http://edition.cnn.com/2013/01/08/world/meast/syria-civil-war-compare

Dari situ kenapa kita paham kalau Bughot itu haram. Menimbulkan banyak korban jiwa dan juga kerusakan material.

Seluruh negara saat ada pemberontak bersenjata, termasuk AS yang katanya menjunjung HAM, pasti membasmi pemberontak dengan tegas. Tak peduli nyaris 2% dari penduduknya tewas. Begitu pula pemerintahan negara Islam. Karena itu tak pantas para Ulama Bughot menuduh penguasa Muslim seperti Qaddafi sebagai zhalim karena memenjara/menghukum mati para pelaku bughot. Lebih baik menghukum mati 100 orang pelaku Bughot daripada 100.000 orang mati karena bughot.

Sumber:

Riyadhush Shalihin

http://www.benderaaswaja.com/2013/03/hukum-memberontakbughot.html#.UWM2zLJ4Omo

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_wars_and_anthropogenic_disasters_by_death_toll

Advertisements

About mmusthofa124

Pemerhati Pendidkan Agama Islam
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.